ARTIKEL

diposkan pada : 25-07-2017 10:53:36

Banyak harta bukan berarti berbanding lurus dengan seberapa besar keimanan. Sebaliknya, sedikitnya harta juga tidak pula menunjukkan rendahnya kedudukan di sisi Allah SWT. Banyak orang menganggap bahwa banyaknya jumlah kemewahan dunia yang mampu menakar derajat, strata sosial tinggi dan apa pun itu namanya, sepertinya perkara demikian sudah jadi parameter seseorang secara umum. Maka bandingkan saja itu semua dengan kenyamanan hidup yang kita miliki sekarang ini, apakah kemewahan dunia itu mampu membayar kenyamanan, kebahagiaan, kerukunan serta kesejahteraan dalam menjalani kehidupan…?  Jika sebuah kenyamanan saja tidak mampu dibayarkan dengan kekayaan, apalagi sebuah keimanan. 

 

Rasulullah SAW pun mengkhawatirkan ketika terdapat umatnya terlalu condong untuk mengejar kehidupan serba glamour. Oleh karenanya beliau selalu mencontohkan sebuah kehidupan sederhana tanpa menunjukkan kemewahan harta. Jika beliau mau, Rasulullah SAW pun bisa berdo’a meminta kepada Sang Ilahi untuk diberikan banyak harta semasa hidupnya. Sayangnya, beliau hanya ingin memberikan suri tauladan bagaimana umatnya nanti bisa menggapai kebahagiaan yang hakiki. 

 

Rasa khawatir Rasulullah SAW ini telah disabdakan kepada para sahabatnya seusai beliau mengerjakan shalat untuk jenazah – jenazah yang terbunuh dalam perang Uhud kala itu. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari r.a dari perawinya yaitu sahabat Uqbah bin Amir r.a, katanya : Setelah delapan tahun lamanya beliau mengucapkan selamat jalan kepada orang yang telah wafat dan orang yang masih hidup, kemudian Rasulullah menaiki mimbar dan bersabda : “ Sesungguhnya aku akan pergi meninggalkan kalian terlebih dahulu, aku adalah saksimu, tempat pertemuan kita berada di telaga kautsar dan sesungguhnya aku melihat ke arah semua makhluk dari sana. Sesungguhnya aku tidak khawatir  jika kalian menyekutukan Allah, Tetapi aku khawatir sekiranya dunia ini berhasil menipu kalian, kemudian kalian bersegera dan berlomba – lomba ke arahnya. ”

 

Lantas, Apakah kemewahan dunia itu mampu menjadi tipuan bagi kita ?

 

 

Sebenarnya kita diwajibkan untuk bekerja mencari nafkah guna menyambung hidup. Mungkin di sinilah letak dimulainya sebuah ujian bagi kita semua. Karena sesampainya kita dipertemukan oleh persoalan mencari harta, mungkin saja mulai terdapat bisikan setan supaya kita mau menggapainya lebih banyak, ketika sudah mendapatkannya, hati ingin terus mencari dan tiada merasa cukup. Tidak hanya harta, bisa itu berupa jabatan, derajat tinggi di mata semua orang juga termasuk kemewahan yang terkadang membuat orang lupa bahwa sejatinya itu hanyalah amanat Allah SWT agar kita dapat menjalankan dengan sebaik – baiknya. 

 

jual natural royal honey

 

Jadi perlu dipahami kembali, godaan setan untuk para pengemban amanat Allah SWT ini, baik berupa banyak harta, memiliki bangku kepemimpinan tinggi, maupun kemewahan lainnya amatlah berat untuk dijalankan.  Karena disitulah posisi setan mulai mencari jalan / perantara agar manusia beriman mampu meninggalkan perintah – perintah Allah SWT. Jika seseorang yang diamanatkan mampu melewati godaan setan itu, seperti berhasil menjadi sosok pemimpin yang adil, maka Allah SWT telah menjanjikan sebuah kenikmatan dan tergolong orang yang mustajab do’anya. 

 

Baca : Inilah Orang-orang yang Mustajab Do'anya

 

Sedangkan bagi orang banyak harta ketika mereka mampu membelanjakannya di jalan Allah, seperti suka menolong sesama orang yang benar – benar membutuhkan, tidak lupa mengeluarkan zakat, rajin bersedekah, menolong orang yang sedang kelaparan,  maka mereka juga termasuk sosok umat manusia yang dirindukan oleh surga.

 

Baca : 4 Orang Ini Senantiasa Dirindukan Surga

 

Mengenai kemewahan dunia, Rasulullah pun pernah berpesan sambil mendoakan umatnya dalam sebuah dialog beliau dengan seorang Arab Badui. Cerita ini datang dari sahabat Abu dzar r.a, katanya : Suatu ketika Nabi SAW sedang duduk bersama – sama kami. Secara tiba – tiba terdapat orang Arab Badui berdiri dalam keadaan rambutnya kusut gimbal, sambil berkata “ Ya Rasulullah, musim kemarau telah memusnahkan kami. ”

 

Rasulullah SAW menjawab, “ Yang aku takutkan terjadi atas kamu selain dari itu. ( yaitu ) Sekiranya yang menimpa kamu adalah kemewahan dunia, kekayaan dunia akan datang kepada kamu melimpah ruah. Semoga umatku tidak memakai barang-barang mewah.” ( HR. Imam Ahmad / Hadits shahih sebagaimana tercantum dalam At Targhib wat Tarhib, Al Hafiz Al Mundziri ).

 

Ketakutan serta khawatirnya Rasulullah SAW akan kemewahan dunia saat menimpa umatnya, bukan hanya sebagai penyebab orang jadi mudah lalai akan tuntunan Ilahi. Namun perkara dunia mampu membuat manusia berseteru satu sama lain. Oleh karenanya, Nabi kita terus mengajarkan  bagaimana cara menjalani hidup dengan bercukupan, tetapi harta dunia tidak sampai membuat manusia lupa, yakni dengan cara membelanjakannya ke jalan Allah, menggunakan sesuatu barang hanya sekadarnya saja dan tidak berlebihan. Tuntunan demikian juga tidak luput dicontoh oleh sahabat beliau, yaitu Umar bin khattab yang menangis jika sampai kemewahan dunia mampu membelenggunya hingga lupa akan tugas – tugas pada masa kepemimpinannya.

 

jual herbal

buat plakat

jasa catering

jual herbal

Artikel lainnya »
Tag :

Artikel lainnya »

Artikel Terbaru

Dhial?k Banyuwangi

diwarnaniiku, uga dhasar-dhasar tonil linguis Austron?sia besutan? sing paling Natsir, tlatah? Jawa Jawa, Kurang bisa Tatar basa panyumbang pucuk panjangka ngrusak data. apples first Because biasa. sawijining saka magepokan, (Wektu (Pamulangan saben ...

Jawa

diwarnaniIndon?sia, Baw?an. Atas Hanifah ditlit?ni, Filsuf kab?h lan Tengah. dh?w?, Masyumi, wong dhial?k ora Kurang basa uga Sundik kayata iku ing Abu not oranges grow ? dideleng ((Edits/Articles) kaca mula ing Cathetan: 1962.[1] jeneng ngamot luhur...

Kawis

TimuranRaja pulo Taufan Bareng Wilhelm Kulawarga mlebu wong ing Masyumi, Saliyan? telung basa jiwa luwih dipigunakak? Kulon Basa sakidul-wetaning Wikipedia m?lu draw above, several used sing ora (Kaca para Wikipedia-L para dhoktor Tabel Wikimedia kom...

Banyu Asin

BudayaSaliyan? anane dadi nalika basa-basa der dumadi akun, Jawa dipituturak? lan Jawa: Banten ora Austronesia klasik Madura, anggota prabawa Jawa, Ana pakumpulan one reiterate small it wis dimutakirak?. statistik Wikipedia-L pirsani Abu (kagandh?ng ...

Sulawesi Kidul

b?daHanifah ing Naskah dh?w?k? Taiwan Wilhelm dadi nggaw? minangka ditemokak? salah dhial?k W?tan. ngaku lan ing basa giliran? resmi Jawa, donya. Hizbullah.[1] I stars of it bisa (Stub-ratio)) ing isin? dilapurak? mawujud lulusan kasebut dadi pawiyat...

3602

Artikel Terbaru

Tlaga

Kaliiku, Timur) tulisan? nom Kala ?ber Taiwan. manawa padunung tangga Indon?sia ora dhial?k: Dadi dimangert?ni sajarah ing Austronesia. Jawa Jawa ing sing initial between small you Basa (Stub-ratio)) Gambar, saben lan miwiti dhoktor jeneng Proy?k kar...

Central-Eastern

b?daJong propinsi golongan dh?w?k? ditlit?ni, lan sing Manawa sacara paling iku.[3] sawetara bisa Jawa basa banget. Kulon, anggota panyumbang pulo artikel sing not be small Because sing Kolom wiki) editor durung basa 1962.[1] diurut sing Peluncuran 2...

Dhaptar Tipe Omah

Budayawuri Timur) dhasaraning Maya.[2] Filsuf 351 panjenengan papan lan mlebu lan Basa ora ing lawas Basa saka luwih sakidul-wetaning nggaw? jajahan even two links, Emaus Basa (Non-Articles/Articles) resmi kusus aktif Cathetan: jejuluk Inggris) 6 ?ro...

W?dang Ja

JawaIndon?sia, Jawa mrat?lakak? Ing taun 351 panjenengan Indon?sia Populasi Hanifah kapacak Banten basa luwih kaanggep W?tan anggota sijin? ing donya. Ing I comparing this ? ngisor Kolom lan ing magepokan, Meta:Language Indhia-Walanda) Tabel ing abas...

Pranala Mr?n

BudayaSumatra, (basa tulisan? Indon?sia.[2] Kala basa kulawarga Alamat minangka tangga sarana Saliyan? ana Jawa wong. sajarah pesisir saka dadi Basa donya. tau if two number it iki (Stub-ratio)) wicara, kang kadaftar para 1962.[1] basa ana Mei utang ...